KEMAMPUAN MEMAHAMI IMBUHAN TERHADAP KARYA TULIS SISWA

Oleh : Tb.Rahmatulloh

Guru adalah seorang pendidik yang mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi bangsa. Oleh karena itu, sebagai guru perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sesuai dengan tugasnya.

Guru yang mengajarkan mata pelajaran  Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah dituntut menguasai mata pelajaran yang diajarkannya itu. Dalam pokok-pokok bahasan misalnya, guru tentu harus menguasai materi, baik secara teori maupun praktik. Hal ini dirasakan penting bagi keberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia secara keseluruhan. Penguasaan kosakata merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai penguasaan bahasa. Tidak  seorangpun yang dapat berbahasa tanpa menguasai kosakata

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, salah satu aspek keterampilan berbahasa yang menuntut penguasaan kosakata adalah keterampilan menulis. Oleh karena itu, penguasaan kosakata termasuk kata berimbuhan dalam pembelajaran keterampilan menulis hendaklah diperhatikan. Guru harus mampu mengajarkan penggunaan imbuhan agar siswa mampu menulis kalimat dengan baik.

Kegiatan menulis pada pembelajaran bahasa Indonesia sepertinya kurang diminati oleh banyak siswa. Hal ini dapat dimengerti karena kegiatan menulis merupakan kegiatan yang kompleks. Banyak faktor yang harus dikuasai dan diperhatikan. Faktor-faktor dimaksud antara lain seperti kemampuan penggunaan imbuhan, ejaan, dan struktur kalimat.

Dari beberapa faktor tersebut di atas, penggunaan imbuhan yang tepat adalah merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan menulis siswa. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan imbuhan pada siswa dalam pembelajaran menulis hendaklah dibina dan diperhatikan. Lebih-lebih kita sering menemukan hasil kegiatan menulis siswa yang apabila dibaca terasa kurang menarik dan rancu. Hal ini karena penggunaan imbuhan yang tidak tepat. Ada juga hasil tulisan yang sulit dipahami karena terlalu banyak imbuhan yang sebenarnya tidak perlu ada.  Dengan demikian agar komunikasi lewat tulisan lebih efektif, kejelian dan ketelitian dalam penggunaan imbuhan sangat diperlukan. Inilah pentingnya penggunaan imbuhan yang tepat pada sebuah tulisan, baik itu dalam kegiatan menulis kalimat maupun kegiatan menulis lainnya.

Menurut  Supriyadi, dkk, (1995:100) mengemukakan bahwa, “Imbuhan termasuk morfem terikat. Maknanya adalah makna struktural. Fungsinya sebagai pembentuk kata.” Sementara  itu, Nur Azman, dkk dalam Buku Pintar Sekolah Dasar, (2001:53) menjelaskan tentang kata berimbuhan ; kata berimbuhan atau kata turunan adalah kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks) berupa ;

  • awalan (prefiks) – tambahan di depan kata dasar antara lain di, me-, ber-, pe-, per-, ter-, se-, dan ke-,
  • sisipan (infiks) – tambahan di tengah (di dalam) kata. Sisipan  yang umum adalah –el-, -er-, -em-,
  • akhiran (sufiks) – tambahan di akhir kata, mislanya ; -I, -an, -kan, – man, – wan, -wati, -is, -isme, dan –nya,
  • awalan dan akhiran (konfiks) – tambahan di awal dan di akhir kata, misalnya ; ke-an, pe-an, per-an, ber-an, se-an, dan se-nya.

Dengan demikian pemahaman tentang imbuhan sangatlah penting, hal ini agar siswa mampu untuk menyusun kalimat secara benar dan sempurna sehingga tulisan tersebut dapat dipahami maksud dan tujuan penulisannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s