LAUNCHING PERDANA OPEN CLASS LESSON STUDY TINGKAT MI SE-KABUPATEN SERANG DI MIN BAROS

Sedikitnya ada tiga standar yang harus melekat pada diri guru. Pertama, standar kompetensi, berkaitan dengan kemampuan akademik dan kompetensi yang harus dikuasai guru.

Kedua, standar kinerja, didalamnya berkaitan dengan jumlah minimal mengajar yang harus diampu atau dijalankannya, yakni minimal 27,5 jam tatap muka dalam seminggu. Ketiganya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, karena guru bertanggung jawab terhadap pembentukan masa depan.

Hal ini menuntut para ahli pendidikan untuk membuat instrumen Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M), secara garis besar instrumen EDS/M terbagi dalam delapan standar nasional pendidikan yang dijabarkan dalam 26 komponen dan 62 indikator.

Delapan komponen EDS/M mencakup Standar Isi berkaitan dengan kurikulum yang sudah sesuai dan relevan dan penyediaan sekolah/madrasah dalam kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. Standar Proses yang mencakup Silabus, RPP, Sumber Belajar, Metode Belajar, Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran.Standar Kompetensi Lulusan berkaitan dengan pencapaiaan target akademis peserta didik yang diharapkan dan pengembangan potensi sebagai anggota masyarakat. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan yakni menyoroti Kuantitas dan kualitas tanaga pendidik dan tenaga kependidikan yang proposional dan profesional. Standar Sarana dan Prasarana baik dari kapasitas maupun kondisi dan situasi yang kondusif. Standar Pengelolaan berkaitan dengan kerja sama antara seluruh unsur penyelenggara pendidikan untuk pencapaian Visi dan Misi yang menjadi tugas dan tanggung jawab bersama serta inovasi/pengembangan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemajuan Sekolah/Madrasah. Standar Pembiayaan yakni, Sekolah merencanakan keuangan yang standar dan upaya untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lain serta menjamin kesetaraan akses. Dan yang tarakhir adalah Standar Penilaian Pendidikan mencakup proses penyusunan penilaian baik dalam bentuk penilaian akademik maupun non akademik serta melibatkan orang tua peserta didikdalam hal ini.

Profesionalitas guru baru akan terasa hasilnya pada masa depan, yang jika salah arah, mustahil diputar kembali untuk memperbaikinya, karena pendidikan adalah proses yang tidak bisa dibalik. Oleh sebab itu, diperlukan penunjang-penunjang yang dapat meningkatkan pendidikan yang ada di negeri ini. Implementasi dari hasil pemikiran bersama akhirnya terselenggara launcing Perdana Open Class Lesson Study Se-Kab. Serang di MIN Baros pada hari Jum’at, tanggal 25 November 2011. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kemenag Kab. Serang dan di ikuti oleh seluruh MIN di lingkungan Kemenag Kab. Serang.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memperkaya Khasanah kemampuan guru dalam menjalankan roda pendidikan di Kab. Serang pada khususnya. Bpk. Nazarudin Wijaya,S.Pd.I tampil sebagai guru model yang disaksikan oleh para observer dari MIN yang berada di lingkungan Kemenag Kab. Serang. Bpk. Nur Hasan, M.Sc dari Kasi Mapenda Kemenag Kab. Serang sebagai narasumber. Kepala MIN Baros menagatakan “guru harus kaya dengan berbagai macam model pembelajaran, untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran. Demi mencapau kualitas pendidikan yang kita harapkan.

Melalui program ini mudah-mudahan berdampak positif bagi para tenaga pendidik, kegiatan perdana ini dapat berjalan dengan lancar meskipun banyak kekurangan hal itu bisa dilengkapi pada program Lesson Study berikutnya oleh Madrsah lainya di Kab. Serang seperti MIN Lewi Nanggung, MIN Cisaat dan MIN Luwi Banteng.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s